Harga minyak Brent turun lebih dari tiga persen pada perdagangan Asia Senin (2/11) saat perundingan antara Iran dan mediator Qatar memasuki hari ketiga.
Perkembangan terbaru
Perunding Iran telah meninggalkan Doha pada Minggu (1/11), tetapi menurut seorang pejabat yang mengetahui perundingan, kepergian itu bukan karena ada masalah. Seorang pejabat lain mengatakan draf proposal kesepakatan kini beredar di kalangan mediator dan pertemuan lanjutan masih mungkin dilakukan.
Dorongan terbesar bagi harga minyak datang dari pernyataan politik tertinggi Iran pada Senin (2/11). Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan Pemimpin Tertinggi Iran memberi pemerintah wewenang tertentu untuk perundingan damai. Pernyataan itu disampaikan melalui kantor berita pemerintah IRNA, menurut laporan The Wall Street Journal. Pezeshkian menyatakan Tehran akan berupaya menyelesaikan masalah melalui dialog. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menyebut pembicaraan tidak langsung dengan Amerika Serikat pada Senin sore berjalan sangat intens, menurut laporan AFP. Sehari sebelumnya, pada Minggu (1/11), Araghchi menyebut pembicaraan "sedang berjalan dan maju" dan mengatakan Teheran siap menempuh "defence and diplomacy", atau pertahanan dan diplomasi.
Harga minyak memperdalam penurunannya pada perdagangan Senin (2/11). Kontrak berjangka Brent turun 4,2 persen ke 108,64 dolar AS per barel sekitar 17.20 WIB, sedangkan minyak mentah AS WTI melemah 4,2 persen ke 99,71 dolar AS per barel, menurut laporan Reuters. Penurunan ini memangkas premi geopolitik setelah Brent mengakhiri Oktober di level tertinggi enam bulan. Kontrak berjangka Brent untuk Desember ditutup di 117,64 dolar AS per barel pada Jumat (30/10). Level itu didorong kekhawatiran konflik kembali memanas setelah pemilu sela AS pada Selasa ini.
Penjualan berlanjut hingga sesi Senin (2/11) waktu Amerika Serikat. Brent turun 8,47 dolar AS atau 7,47 persen ke 104,96 dolar AS per barel pada pukul 00.24 WIB Selasa (3/11), menurut Reuters. Angka itu tercatat pada 12.24 siang waktu bagian timur AS. Kontrak sempat menyentuh 104,49 dolar AS pada sesi yang sama. Minyak mentah AS WTI turun 7,50 dolar AS atau 7,2 persen ke 96,62 dolar AS per barel, dengan titik terendah sesi di 96,44 dolar AS. Dengan penutupan Jumat (31/10) di 113,43 dolar AS, Brent kehilangan 8,47 dolar AS dalam satu sesi. Penurunan terbesar terjadi di kontrak jangka pendek, tanda pasar mengurangi premi risiko perang untuk waktu dekat tanpa mengubah pandangan atas pasokan jangka panjang.
Namun tidak semua analis yakin penurunan ini berlanjut. Analis Raymond James Pavel Molchanov mengingatkan perlunya kewaspadaan setelah banyak "false dawns" dalam beberapa bulan terakhir. Analis UBS Giovanni Staunovo mengatakan pasar minyak masih bereaksi sangat sensitif terhadap setiap berita dari Timur Tengah.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menegaskan dasar perundingan adalah rencana tujuh tahap yang disusun Tehran pada September. Rencana itu bertujuan membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri blokade angkatan laut AS terhadap Iran. Menurut Baghaei, tuntutan Iran sudah disampaikan dengan jelas dan kini Washington yang harus memutuskan.
Rencana itu mengusulkan pembukaan Hormuz dalam dua hari, dipercepat dari rencana awal tujuh hari, tetapi proposal awal Iran sudah ditolak Presiden AS Donald Trump. Trump menyebut pembicaraan dengan Tehran berjalan produktif, tetapi ia tidak mengesampingkan aksi militer setelah pemilu parlemen AS pada Selasa (3/11).
Sementara itu, Goldman Sachs pada Minggu (1/11) menaikkan proyeksi harga Brent untuk Desember 2026 menjadi 105 dolar AS per barel dari 90 dolar AS. Bank itu menilai Brent bisa melonjak ke 140 dolar AS per barel pada 2027. Skenario itu berlaku jika produksi minyak Teluk tetap 3,5 juta barel per hari di bawah rata-rata 2025, menurut laporan Goldman Sachs yang dikutip Reuters.
Baca juga: Goldman Sachs Naikkan Proyeksi Brent Desember ke $105 per Barel.
Brent melemah 3,68 dolar AS atau 3,2 persen menjadi 109,75 dolar AS per barel pada pukul 11.07 WIB, menurut Reuters. Minyak West Texas Intermediate (WTI) turun 3,43 dolar AS atau 3,3 persen ke 100,69 dolar AS per barel. Sebelumnya Brent menutup Oktober di level tertinggi dalam enam bulan.
Tim Waterer, kepala analis pasar di KCM Trade, menilai penurunan ini sebagai koreksi teknikal setelah reli kuat pekan lalu. Menurut dia, harapan akan kemajuan diplomatik dan tidak adanya eskalasi militer selama akhir pekan untuk sementara meredakan tekanan harga. Namun analis ING mengingatkan premi risiko geopolitik belum hilang, dan pasar menunggu apakah premi itu bertahan atau mulai memudar setelah pemilu sela AS pada Selasa (3/11) waktu AS.
Tim Waterer, kepala analis pasar perusahaan broker KCM Trade, menilai penurunan ini sebagai aksi ambil untung setelah penguatan kuat pekan lalu, dibantu harapan yang masih hidup akan kemajuan diplomatik.
Negosiator Iran berada di Doha pada Minggu (1/11) untuk hari ketiga berturut-turut, kata seorang pejabat kepada Reuters. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengatakan pembicaraan berjalan terus-menerus dan menunjukkan kemajuan, dengan Teheran siap menempuh jalur pertahanan maupun diplomasi. Pembahasan proposal pembukaan Selat Hormuz dalam dua hari setelah kesepakatan dengan Washington masih berjalan tanpa kesimpulan akhir, menurut Al Jazeera yang mewawancarai Araqchi pada Sabtu (31/10).
Putaran perundingan itu berakhir tanpa kesepakatan pada Minggu malam. Menurut Reuters, negosiator Iran meninggalkan Doha, namun kepergiannya bukan karena pembicaraan menemui jalan buntu, kata seorang pejabat yang mengetahui pembicaraan tersebut.
Draf proposal kesepakatan kini sedang diedarkan dan pertemuan lanjutan masih mungkin digelar.
Kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei, dasar pembicaraan adalah rencana tujuh langkah yang disusun Iran pada September untuk membuka kembali Selat Hormuz. Rencana itu juga mencakup pengakhiran blokade laut AS terhadap Iran, dan Teheran kini mengusulkan jadwal pelaksanaan yang lebih cepat.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi berada di Doha untuk memfasilitasi pertukaran pesan dengan Washington melalui perantara Qatar. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menegaskan tidak ada pertemuan langsung dengan delegasi AS yang direncanakan.
Latar singkat
Pelemahan ini datang setelah akhir pekan yang tegang. Kapal tanker LNG Qatar diserang rudal tak dikenal di dekat Selat Hormuz pada Jumat (30/10) (baca: Kapal LNG Qatar Diserang di Hormuz, Ranjau Limpet Kembali Dipakai). Sementara itu Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya termasuk Rusia (OPEC+) pada Minggu (1/11) mempertahankan target produksi Desember tanpa perubahan (baca: OPEC+ Sepakat Tahan Target Produksi Minyak Desember di Tengah Brent Tembus $117).
Kenapa ini penting untuk forex
Minyak adalah saluran geopolitik utama bagi pasar valuta asing. Premi risiko geopolitik pada harga energi diteruskan ke ekspektasi inflasi, yang menentukan arah ekspektasi suku bunga bank sentral. Ketika premi risiko menyusut seperti pagi ini, tekanan pada Federal Reserve (bank sentral Amerika Serikat), Bank Sentral Eropa (European Central Bank, ECB), dan Bank of Japan (BoJ) untuk mempertahankan sikap ketat ikut berkurang, padahal ketiganya baru menahan suku bunga pekan lalu.
Mekanisme kedua adalah sentimen risiko. Meredanya ketegangan cenderung mengangkat selera risiko investor, menopang mata uang komoditas seperti dolar Australia dan dolar Kanada, sekaligus mengurangi permintaan aset lindung nilai seperti yen Jepang dan franc Swiss. Dolar AS berada di persimpangan: diplomasi yang berhasil mendukung aset berisiko, tetapi inflasi yang lebih jinak bisa melemahkan argumen kenaikan suku bunga lanjutan.
Yang dipantau
- Pemilu sela AS pada Selasa (3/11), dengan hasil awal yang terbaca Rabu (4/11) pagi WIB.
- Keputusan suku bunga Reserve Bank of Australia pada Selasa ini.
- Estimasi cepat inflasi zona euro pada Rabu (5/11).
- Keputusan suku bunga Bank of England pada Kamis (6/11).
- Data ketenagakerjaan AS pada Jumat (7/11).
- Respons Washington atas proposal Iran dan kelanjutan perundingan di Doha.
- Keamanan pelayaran di Selat Hormuz dan pertemuan OPEC+ pada 29 November.
Sumber
- Reuters, "Oil slips more than 1% as talks continue on ending Iran war" (laporan Florence Tan, Singapura, 2 November)
- Reuters, "Iran, Qatari mediators hold third day of talks to end US-Iran war"
- The Guardian, "Negotiators 'braced for worst' over US-Iran talks to reopen strait of Hormuz"
- Reuters, "Iranians have left Doha talks, draft proposal for US deal being circulated, official says" (2 November 2026)
- Press TV, "Araghchi: Iran holding indirect talks through Qatar, but no direct meeting with US" (1 November 2026)
- The Wall Street Journal, "Oil Prices Fall More Than 5% as Iran Peace Talks Hopes Rise" (2 November 2026)
- Sweden Herald, "Iran says indirect talks with US are 'very intense' as Strait of Hormuz plan is considered" (2 November 2026)