Jumlah lowongan kerja di Amerika Serikat bertambah 333.000 menjadi 7,523 juta pada September, jauh melampaui perkiraan ekonom, menurut survei Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) yang dirilis Selasa (3/11) malam WIB.

Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) melaporkan kenaikan terbesar berasal dari pemerintah negara bagian dan daerah di luar pendidikan, yang bertambah 104.000 lowongan. Sektor jasa profesional dan bisnis menyusul dengan tambahan 106.000 lowongan. Tingkat lowongan, yaitu porsi posisi kosong terhadap total angkatan kerja, naik ke 4,5 persen dari 4,3 persen pada Agustus. Data Agustus juga direvisi naik menjadi 7,190 juta dari 7,079 juta yang dilaporkan sebelumnya.

Perekrutan naik 131.000 menjadi 5,402 juta, dengan tingkat perekrutan 3,4 persen. Jumlah pekerja yang mengundurkan diri melonjak 321.000 ke 3,365 juta, tertinggi sejak Maret 2025, dan tingkat pengunduran diri naik ke 2,1 persen dari 1,9 persen. Di sisi lain, pemutusan hubungan kerja (PHK) turun 127.000 ke 1,641 juta, terendah sejak Maret 2025, dengan tingkat 1,0 persen. Menurut Reuters, kini ada 1,06 lowongan untuk setiap penganggur, naik dari 1,02 pada Agustus.

Dolar AS menguat setelah data dirilis. Indeks dolar, yang mengukur dolar terhadap enam mata uang utama, mencoba bertahan di atas rata-rata 50 hari di 101,94, menurut FXEmpire. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor dua tahun kembali ke atas 4,60 persen, sementara tenor 10 tahun bertahan di atas 4,93 persen, menurut FXEmpire. Pasangan dolar-yen diperdagangkan di sekitar 158,50, menurut FXStreet. Pasar kini memperkirakan peluang sekitar 75 persen kenaikan suku bunga The Fed pada Desember, menurut alat CME FedWatch yang dikutip FXStreet.

Matthew Martin, ekonom senior Oxford Economics untuk Amerika Serikat, menilai pasar tenaga kerja yang solid membuat The Fed tetap fokus pada inflasi. Ia memperkirakan The Fed menaikkan suku bunga secara bertahap pada pertemuan Desember dan Maret.

Latar singkat

Data ini melengkapi rangkaian rilis ekonomi AS pekan ini. KabarFX sebelumnya melaporkan indeks manajer pembelian (PMI) manufaktur AS naik ke 55,5 pada Oktober.

Kenapa ini penting untuk forex

Data tenaga kerja yang kuat mengubah perhitungan suku bunga. Saat lowongan melimpah dan PHK rendah, pekerja memiliki daya tawar lebih besar sehingga tekanan upah bertahan dan inflasi sulit turun. The Fed pekan lalu menahan suku bunga di 3,75 sampai 4,00 persen, dan data ini memberi ruang untuk menaikkan bunga lagi pada Desember. Ekspektasi itu menopang imbal hasil obligasi AS, dan selisih imbal hasil yang lebar membuat dolar lebih menarik dibanding euro dan yen.

Ada catatan penting. Survei ini menggambarkan kondisi September, sehingga tertinggal sekitar satu bulan, dan BLS sendiri menyebut perubahan bulanannya relatif kecil. Pasar karena itu membaca tren, bukan angka tunggal, dan trennya adalah pasar tenaga kerja AS masih ketat di tengah inflasi yang belum jinak.

Yang dipantau

  • Hasil pemilu sela AS keluar bertahap pada Selasa malam waktu AS, atau Rabu (4/11) pagi hingga siang WIB. Pasar mewaspadai hasil yang ketat atau penghitungan suara yang molor.
  • Laporan ADP tentang perekrutan swasta AS untuk Oktober, dirilis Rabu (4/11) sekitar pukul 20.15 WIB.
  • Keputusan suku bunga Bank of England beserta laporan kebijakan moneternya, Kamis (5/11) sekitar pukul 19.00 WIB.
  • Data klaim pengangguran awal AS, Kamis (5/11), dan laporan ketenagakerjaan (nonfarm payrolls) Oktober, Jumat (6/11) sekitar pukul 20.30 WIB.

Sumber