OPEC+ resmi mempertahankan target produksi minyak untuk Desember. Keputusan itu dikonfirmasi dalam pernyataan resmi OPEC usai pertemuan daring tujuh produsen inti pada Minggu (1/11).

Arab Saudi, Rusia, Irak, Kuwait, Aljazair, Kazakhstan, dan Oman sepakat mempertahankan level produksi wajib September 2026 untuk Desember. Total target ketujuh produsen sekitar 31,01 juta barel per hari. Arab Saudi mendapat alokasi terbesar, 10,478 juta barel per hari, disusul Rusia 9,949 juta dan Irak 4,431 juta barel per hari.

Minyak mentah Brent untuk kontrak Desember menutup perdagangan Jumat (30/10) di 117,64 dolar AS per barel, naik 2,4 persen ke level tertinggi sejak akhir April. Kontrak itu kedaluwarsa pada Jumat, sehingga kontrak Januari yang kini menjadi acuan ditutup di 113,43 dolar AS per barel. Selisih keduanya mencerminkan pergantian kontrak. Sepanjang Oktober, Brent menguat 13,6 persen.

Minyak WTI melemah pada awal perdagangan Senin (2/11) ke sekitar 101,20 dolar AS per barel pada sesi Asia, turun dari penutupan Jumat di 104,12 dolar AS per barel. Keputusan OPEC+ sudah diperkirakan pasar, sementara perundingan Qatar-Iran memasuki hari ketiga.

Pemicu lonjakan pekan lalu adalah serangan terhadap sebuah kapal tanker di Selat Hormuz pada Jumat (30/10). Badan keamanan maritim Inggris (UK Maritime Trade Operations/UKMTO) melaporkan sebuah perahu kecil menempelkan bahan peledak ke kapal tersebut hingga memicu kebakaran di ruang mesin. Seluruh awak kapal dilaporkan selamat.

Sebagai latar, OPEC+ telah menyelesaikan penghapusan bertahap pemangkasan produksi 1,65 juta barel per hari pada September lalu. Pemangkasan terpisah sekitar 2 juta barel per hari tetap berlaku untuk sebagian besar anggota hingga akhir 2026.

Penahanan target ini tidak serta-merta menambah pasokan fisik. Data OPEC yang dikutip Asiatoday menunjukkan Arab Saudi memompa 8,372 juta barel per hari pada September, jauh di bawah alokasi targetnya.

Aliansi masih menyelesaikan peninjauan kapasitas produksi tiap anggota yang diperkirakan rampung pertengahan November. Hasilnya menjadi dasar baseline kuota 2027 pada rapat menteri seluruh 21 anggota OPEC+ tanggal 29 November. Analis Rystad Energy Jorge Leon menilai keputusan Minggu lalu sebagai bagian termudah dari proses ini.

Kenapa ini penting untuk forex

Harga minyak yang bertahan di level tinggi menambah tekanan inflasi melalui biaya energi. Inflasi yang kaku memberi ruang bagi bank sentral, termasuk The Fed, untuk menahan atau bahkan menaikkan suku bunga lebih lama. Ekspektasi suku bunga adalah salah satu pendorong utama pergerakan dolar AS serta pasangan mata uang utama.

Yang dipantau

  • Pemilu paruh waktu AS, Selasa (3/11): hasil pemilihan bisa memengaruhi keputusan Washington soal Iran setelah pemilu dan premi risiko di harga minyak.
  • Keputusan suku bunga Bank of England, Kamis (5/11), di tengah inflasi Inggris yang masih tinggi.
  • Data tenaga kerja AS, Nonfarm Payrolls (NFP), untuk Oktober, Jumat (6/11) pukul 20.30 WIB, yang membentuk ekspektasi suku bunga The Fed.
  • Rapat menteri OPEC+, 29 November, membahas kerangka produksi 2027 setelah peninjauan kapasitas anggota selesai.

Sumber