Bank of England menaikkan suku bunga acuan 0,25 poin persentase menjadi 4 persen pada Kamis (5/11), kenaikan pertama sejak Agustus 2023, untuk meredam inflasi yang didorong harga energi.
Keputusan diumumkan pukul 12.00 waktu London, atau sekitar 19.00 WIB, setelah rapat Komite Kebijakan Moneter (Monetary Policy Committee, MPC) yang berakhir Rabu (4/11). Delapan dari sembilan anggota komite mendukung kenaikan seperempat poin. Satu-satunya penentang, Catherine L. Mann, justru menginginkan kenaikan lebih besar, 0,5 poin persentase menjadi 4,25 persen.
Inflasi menjadi alasan utama. Indeks harga konsumen (Consumer Price Index, CPI) Inggris naik 3,5 persen pada September 2026, dari 3,1 persen pada Agustus, jauh di atas target 2 persen. Bank memperkirakan inflasi naik hingga sekitar 5 persen pada pertengahan 2027, sebelum mereda saat dampak harga energi memudar.
Pemicunya adalah harga energi. Perang di Timur Tengah memasuki bulan kesembilan. Harga minyak Brent tercatat 108 dolar AS per barel, 38 persen lebih tinggi dari level pada laporan Juli. Gas alam Inggris 216 pence per therm, 81 persen lebih tinggi. Suku bunga hipotek dua tahun juga naik hampir 0,5 poin persentase sejak awal September.
Soal langkah berikutnya, komite tidak memberi janji. Bank menyatakan kebijakan moneter tidak berada di jalur yang sudah ditentukan. Gubernur Andrew Bailey menilai kenaikan 0,25 poin sudah jelas diperlukan saat ini, dan kenaikan lanjutan bisa diperdebatkan bila tidak ada kabar yang meredakan risiko inflasi. Megan Greene dan Huw Pill menilai kenaikan tambahan kemungkinan masih diperlukan. Namun Alan Taylor mengingatkan kenaikan ini bersifat asuransi satu kali, bukan awal siklus pengetatan.
Latar singkat
Keputusan ini mengakhiri penantian panjang. Pada rapat September, komite menahan suku bunga di 3,75 persen dengan suara 6-3, dan tiga anggota sudah meminta kenaikan. KabarFX sebelumnya menulis perkiraan kenaikan ini dalam artikel BoE Diperkirakan Naikkan Suku Bunga ke 4% Kamis Ini.
Kenapa ini penting untuk forex
Kenaikan ini sudah hampir sepenuhnya diperhitungkan pasar, sehingga reaksi pound lebih ditentukan panduan ke depan daripada keputusan itu sendiri. Menjelang pengumuman, pound diperdagangkan di sekitar 1,349 dolar AS per pound dan sempat menyentuh 1,3503 dolar AS, level tertinggi tujuh pekan, menurut Reuters. Pada Kamis sore WIB, pasangan GBP/USD berada di sekitar 1,3476 dolar AS, nyaris tidak berubah, menurut data pasar Finnhub. Bila Bank menahan kenaikan berikutnya, selisih suku bunga dengan Amerika Serikat bisa menyempit dan menekan pound. Bila inflasi terus naik, pound mendapat dukungan dari peluang kenaikan lanjutan. Menurut survei Bank terhadap pelaku pasar, Bank Rate diperkirakan mencapai 4,25 persen pada Februari.
Yang dipantau
- Konferensi pers Gubernur Andrew Bailey, Kamis (5/11) pukul 19.30 WIB.
- Klaim pengangguran mingguan AS, Kamis (5/11) pukul 20.30 WIB.
- Laporan tenaga kerja AS (non-farm payrolls) Oktober, Jumat (6/11) pukul 20.30 WIB.
- Rapat MPC berikutnya, Kamis (17/12), dengan keputusan diumumkan siang hari waktu London.