Dolar AS melemah pada perdagangan pagi Rabu (4/11) saat hasil awal pemilu tengah masa Amerika Serikat menunjukkan keunggulan Partai Demokrat. Senator Jon Ossoff menang di Georgia dan Roy Cooper merebut kursi Senat Carolina Utara dari Partai Republik.

Hasil awal ini memperkuat posisi Demokrat dalam perebutan Kongres. Menurut proyeksi sejumlah media, Ossoff memenangkan pemilihan ulang di Georgia, Cooper mengalahkan Michael Whatley di Carolina Utara, sementara Chris Pappas menang di New Hampshire dan Mark Warner terpilih ulang di Virginia.

Di sisi Republik, Senator Ashley Moody mempertahankan kursi Florida dari tantangan Demokrat, meski hasilnya lebih ketat dari perkiraan. Di Carolina Selatan, kandidat Demokrat Annie Andrews justru memimpin tipis atas Senator Republik Darline Graham dengan sekitar separuh suara terhitung.

Reaksi pasar terlihat jelas di sesi Asia. Indeks dolar, yang mengukur kekuatan dolar AS terhadap enam mata uang utama, turun 0,2 persen ke 101,7. Euro menguat 0,2 persen ke 1,1212 dolar AS, yen menguat ke 158,30 per dolar AS, dan imbal hasil obligasi pemerintah AS 10 tahun turun 4 basis poin (0,04 persen) ke 4,919 persen.

Emas ikut menguat. Harga emas spot naik 0,2 persen ke 3.934,75 dolar AS per ons, sementara kontrak berjangka emas Desember naik ke 3.943,20 dolar AS per ons. Kontrak berjangka S&P 500 turun 0,5 persen dan Nasdaq turun 0,9 persen karena investor masih menunggu gambaran akhir.

Strategis mata uang Commonwealth Bank of Australia, Carol Kong, mengatakan hasil ini bisa menekan dolar lebih jauh. "The US dollar could sell off further from here," kata Kong, karena kemenangan penuh Demokrat akan membatasi belanja pemerintah selama masa jabatan Trump.

Namun Kong juga mengingatkan risiko sebaliknya. Ia menyebut Presiden Donald Trump pernah mengisyaratkan akan kembali menyerang Iran setelah pemilu selesai. Jika eskalasi itu terjadi, harga minyak bisa melonjak tajam dan kembali menopang dolar AS.

Latar singkat

KabarFX sebelumnya melaporkan dolar sudah melemah menjelang pemungutan suara karena pasar bertaruh pada kemenangan Demokrat. Hasil awal Rabu pagi mengonfirmasi arah taruhan itu, meski kendali penuh atas Senat masih belum pasti. Baca juga: Dolar Melemah Jelang Pemilu AS, Euro Rebound dari Terendah 17 Bulan.

Kenapa ini penting untuk forex

Kemenangan Demokrat mengubah ekspektasi fiskal. Jika Demokrat mengendalikan Kongres, ruang belanja pemerintahan Trump menyempit. Belanja yang lebih kecil berarti tekanan inflasi lebih rendah, sehingga imbal hasil obligasi turun dan dolar melemah terhadap euro dan mata uang lain. Inilah jalur yang menjelaskan penguatan EUR/USD pagi ini.

Namun pasar juga menakar risiko sebaliknya. Trump bisa memanaskan kembali konflik Iran setelah pemilu selesai, seperti yang diingatkan Kong. Minyak Brent yang berada di sekitar 103 dolar AS per barel bisa melonjak, dan dolar biasanya ikut menguat saat ketegangan geopolitik mendorong permintaan aset aman. Hasil pemilu menekan dolar lewat jalur fiskal, tetapi eskalasi Timur Tengah bisa membalikkan arah lewat jalur harga energi.

Yang dipantau

  • Data ADP ketenagakerjaan sektor swasta Oktober, Rabu (4/11) pukul 8.15 waktu bagian timur AS atau sekitar 20.15 WIB, disusul indeks jasa ISM pukul 10.00 atau 22.00 WIB.
  • Inflasi zona euro versi kilat (HICP) Oktober, Rabu (4/11) pukul 17.00 WIB.
  • Keputusan suku bunga Bank of England, Kamis (5/11), yang diperkirakan menaikkan suku bunga untuk pertama kali sejak Agustus 2023.
  • Data tenaga kerja AS (NFP) Oktober, Jumat (6/11) pukul 8.30 waktu bagian timur AS atau sekitar 20.30 WIB.

Sumber