Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa Washington akan menghentikan bantuan sekitar 4 miliar dolar AS per tahun ke Israel mulai akhir 2026. Pernyataan itu disampaikan dalam wawancara dengan Fox News pada Selasa (3/11) pagi waktu AS atau Selasa malam WIB, saat pemilu sela berlangsung.

Trump mengklaim sudah ada kesepakatan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu soal penghentian bantuan tersebut. Ia menyebut Israel tidak lagi membutuhkan dana itu dan menegaskan Israel tetap bisa membeli senjata buatan AS dengan dananya sendiri.

Menurut Reuters, nota kesepahaman yang mengatur bantuan militer AS ke Israel senilai 3,8 miliar dolar AS per tahun baru berakhir pada 2028. Mekanisme penghentian lebih awal pun belum jelas. Gedung Putih maupun kantor Netanyahu tidak menanggapi permintaan komentar Reuters. Seorang juru bicara Netanyahu mengatakan kepada NBC News bahwa ia belum mengetahui pernyataan Trump tersebut.

Trump mengaitkan pengumuman itu dengan politik dalam negeri. Ia menyebut dukungan ke Israel telah menjadi bahan serangan politik dari kalangan kiri, termasuk kandidat Senat dari Michigan, Abdul El-Sayed. Menurut jajak pendapat Universitas Quinnipiac pada Juni yang dikutip Reuters, 48 persen pemilih AS dan 66 persen pendukung Demokrat menilai AS terlalu mendukung Israel. Trump berkata, "Kami sudah sepakat bahwa pada akhir tahun ini kami tidak akan membayar Israel."

Latar singkat

Pengumuman ini muncul di tengah rangkaian diplomasi AS di Timur Tengah. KabarFX sebelumnya melaporkan Trump menjawab 'tidak' soal serangan baru ke Iran usai pemilu sela, dengan mediator Qatar menyiapkan draf kesepakatan tiga hari.

Kenapa ini penting untuk forex

Pengumuman ini bekerja melalui kanal sentimen risiko. Pernyataan Trump dibaca pasar sebagai bagian dari reposisi politik AS di Timur Tengah setelah pemilu sela. Perang AS-Israel melawan Iran masih berlangsung, sementara mediasi Qatar belum menghasilkan kesepakatan. Ketidakjelasan mekanisme penghentian bantuan menambah lapisan ketidakpastian. Ketidakpastian geopolitik semacam ini biasanya menopang permintaan dolar AS sebagai aset aman, sekaligus membuat harga minyak sensitif terhadap setiap tajuk berita.

Kanal kedua adalah fiskal dan suku bunga. Bantuan luar negeri AS dicairkan lewat undang-undang anggaran tahunan Kongres, sehingga komposisi Kongres hasil pemilu sela ikut menentukan nasib rencana ini. Menurut Reuters, indeks dolar bergerak tipis menguat 0,07 persen ke 101,83 pada Selasa karena pasar menahan posisi menunggu hasil pemilu. Jika Kongres terbelah dan agenda fiskal tersendat, imbal hasil Treasury bisa tertekan dan dolar melemah. Sebaliknya, eskalasi di Timur Tengah justru bisa menguatkan dolar dan menekan mata uang sensitif risiko seperti dolar Australia.

Yang dipantau

  • Hasil resmi pemilu sela AS: komposisi DPR dan Senat ditentukan lewat penghitungan suara yang berlanjut pada Rabu (4/11) malam WIB.
  • Respons resmi Gedung Putih dan kantor Netanyahu soal mekanisme penghentian bantuan militer ke Israel.
  • Data inflasi zona euro (HICP kilat Oktober) pada Rabu (4/11) pukul 17.00 WIB, serta data AS: ADP pukul 20.15 WIB dan ISM jasa pukul 22.00 WIB.
  • Keputusan suku bunga Bank of England pada Kamis (5/11) pukul 19.00 WIB, dan data penggajian AS (nonfarm payrolls) pada Jumat (6/11) pukul 20.30 WIB.

Sumber