Emas melanjutkan reli pada Kamis (5/11) dan menembus 4.100 dolar AS per troy ons pada sesi perdagangan Asia, memperpanjang kenaikan harian terbesarnya sejak pertengahan Agustus.

Harga emas spot tercatat di sekitar 4.126 dolar AS per troy ons sekitar pukul 09.22 WIB, naik 1,66 persen dari penutupan sebelumnya, menurut data harga yang dihimpun goldprice.corgano dari Swissquote. Rentang pergerakan harian mencapai 4.058 hingga 4.137 dolar AS per troy ons. Kontrak berjangka emas Desember juga naik 0,5 persen ke 4.092,90 dolar AS per troy ons, menurut Reuters.

Lonjakan ini melanjutkan performa Rabu (4/11), ketika emas mencatat kenaikan harian terbesar sejak pertengahan Agustus, sekitar 3,4 persen, menurut Reuters. Kenaikan tersebut membawa emas ditutup di 4.063,84 dolar AS per troy ons, penutupan pertama di atas 4.000 dolar AS sejak 29 Oktober, menurut data FXStreet yang dikutip sejumlah media.

Pelemahan dolar AS menjadi pendorong utama. Dolar melemah setelah Partai Demokrat memenangkan kedua kamar Kongres AS pada pemilu sela, yang dinilai pasar mengurangi ketidakpastian politik dan membuka prospek pemerintahan terbagi. Dolar yang lebih lemah membuat emas lebih murah bagi pembeli berdenominasi mata uang lain, sementara turunnya imbal hasil obligasi pemerintah AS membuat emas yang tidak memberikan imbal hasil terlihat lebih menarik.

Menurut laporan TradingView News, kemenangan Demokrat juga memicu harapan penyelesaian konflik AS-Iran yang menekan harga minyak. Presiden AS Donald Trump disebut mengakui kekalahan Partai Republik antara lain dipengaruhi perang dan harga bensin, serta menegaskan tidak ada rencana segera meningkatkan serangan ke Iran. Harapan de-eskalasi ini menambah sentimen positif sekaligus menopang emas lewat pelemahan dolar.

Logam lain ikut bergerak. Perak spot naik 0,3 persen ke 52,37 dolar AS per troy ons, platinum naik 0,6 persen ke 1.505,85 dolar AS, sedangkan paladium turun 0,1 persen ke 1.003,83 dolar AS, menurut Reuters.

Pada Jumat (6/11), emas berbalik turun dan kembali ke bawah 4.100 dolar AS per troy ons. Harga spot tercatat sekitar 4.041 dolar AS pada sesi Asia, turun sekitar 1,16 persen dari penutupan sebelumnya, menurut data Finnhub. Level terendah sesi mencapai 4.036 dolar AS, setelah sempat menyentuh 4.107 dolar AS di awal sesi.

Goldman Sachs memangkas proyeksi harga emas akhir 2026 menjadi 4.150 dolar AS per troy ons, dari sebelumnya 4.650 dolar AS, menurut Reuters. Proyeksi akhir 2027 juga dipangkas menjadi 4.800 dolar AS, dari 5.400 dolar AS. Bank itu menyebut sikap The Fed yang cenderung mempertahankan suku bunga tinggi dalam beberapa bulan terakhir sebagai alasan utama.

Tekanan pada emas sejalan dengan rebound harga minyak yang memicu kembali kekhawatiran inflasi, serta imbal hasil obligasi AS yang bertahan tinggi. Pasar kini menunggu laporan nonfarm payrolls AS Oktober yang rilis Jumat (6/11) sekitar pukul 20.30 WIB, karena data itu bisa menentukan arah ekspektasi suku bunga The Fed pada Desember.

Latar singkat

KabarFX melaporkan dolar AS melemah hingga ke bawah 101,50 pada Rabu (4/11), level terendah dalam empat pekan setelah Partai Demokrat memenangkan Kongres. Pelemahan itu menjadi pendorong utama reli emas karena dolar yang lebih lemah membuat emas lebih murah bagi pembeli berdenominasi mata uang lain.

Keputusan suku bunga Bank of England pada Kamis (5/11) juga sempat menjadi perhatian pasar, dengan pasar memperkirakan Bank Rate naik 25 basis poin ke 4 persen, kenaikan pertama sejak Agustus 2023.

Kenapa ini penting untuk forex

Emas adalah barometer dolar: karena diperdagangkan dalam dolar AS, pelemahan dolar hampir selalu mengangkat harga emas, sementara penguatan dolar menekan logam mulia. Pergerakan emas memberi sinyal arah indeks dolar dan sentimen risiko global.

Namun reli ini berhadapan dengan satu fakta penting: pasar masih menilai peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Desember. Jika ekspektasi itu bertahan, reli emas bisa terbatas karena suku bunga yang lebih tinggi menaikkan biaya peluang memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Yang dipantau

  • Laporan nonfarm payrolls AS Oktober, Jumat (6/11) sekitar pukul 20.30 WIB; rilis ini bisa menentukan arah ekspektasi suku bunga The Fed.
  • Indeks harga konsumen (CPI) AS Oktober, dijadwalkan rilis 10 November.