Rusia melancarkan 36 rudal balistik dan 172 drone ke Kyiv dan wilayah sekitarnya pada Sabtu dini hari (7/11), merusak Jembatan Utara dan jaringan listrik ibu kota Ukraina itu, tiga hari sebelum perundingan trilateral di Abu Dhabi.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan hanya empat dari 36 rudal balistik yang berhasil dicegat pertahanan udara Ukraina. Menurut Zelenskyy, penyebabnya adalah kekurangan rudal pencegat untuk sistem pertahanan udara Patriot, dan ia mendesak Amerika Serikat (AS) menambah bantuan. Zelenskyy juga mengatakan, berdasarkan temuan awal di lokasi serangan, sebagian rudal yang digunakan adalah rudal KN-23 buatan Korea Utara. Klaim soal asal rudal itu belum dikonfirmasi secara independen.
Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko mengatakan Jembatan Utara (Northern Bridge), jembatan sepanjang 816 meter di atas Sungai Dnipro, rusak dan ditutup untuk perbaikan. Klitschko menyebut situasi pasokan listrik, pemanas, dan air di ibu kota sangat sulit, sementara suhu udara pada Sabtu pagi mendekati titik beku. Kementerian Energi Ukraina mengatakan serangan itu merusak jaringan penyalur listrik dari pembangkit nuklir ke Kyiv dan wilayah tengah, dan pemadaman meluas di lima wilayah, yaitu Kyiv, Zhytomyr, Kharkiv, Donetsk, dan Dnipropetrovsk.
Menurut kantor berita Associated Press (AP), sedikitnya sembilan orang terluka, termasuk seorang anak. Reuters melaporkan satu orang tewas dan delapan orang terluka, termasuk seorang anak. Kementerian Pertahanan Rusia mengonfirmasi serangan itu dan menyatakan sasarannya adalah fasilitas industri militer, sektor energi, dan infrastruktur transportasi. Klaim Moskow soal sasaran militer itu tidak dapat diverifikasi secara independen.
Serangan itu terjadi tiga hari sebelum delegasi Rusia, Ukraina, dan AS dijadwalkan bertemu di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, pada Selasa dan Rabu (10-11/11). Pertemuan itu merupakan putaran keempat perundingan yang dimediasi pemerintahan Presiden AS Donald Trump; putaran terakhir berlangsung di Jenewa pada Februari. Zelenskyy menilai Rusia sengaja meningkatkan serangan untuk menekan posisi Kyiv menjelang perundingan. Menurut utusan khusus AS Steve Witkoff, perundingan akan membahas pengaturan keamanan pascaperang, deeskalasi, dan langkah kemanusiaan.
Kenapa ini penting untuk forex
Eskalasi militer menjelang perundingan damai menambah ketidakpastian yang biasanya mendorong aliran dana ke aset safe haven. Emas, yang sering diburu saat ketegangan geopolitik meningkat, sudah menguat sekitar 5 persen dalam sepekan dan berada di sekitar 4.070 dolar AS per troy ounce pada penutupan Jumat (6/11). Yen Jepang dan franc Swiss kerap menjadi tujuan aliran serupa, sementara mata uang yang sensitif terhadap sentimen risiko, seperti dolar Australia dan dolar Selandia Baru, cenderung lebih rentan terhadap kabar buruk dari medan perang.
Jalur ke harga energi lebih tidak langsung. Minyak Brent ditutup di 98,32 dolar AS per barel pada Jumat (6/11), turun sekitar 13 persen dalam sepekan karena pasar bertaruh pada meredanya konflik AS-Iran, dan perang Ukraina tidak lagi mengganggu pasokan minyak global sebesar pada 2022. Indeks dolar AS (DXY) berada di 101,27 pada Rabu (4/11), level terendah satu bulan, setelah Partai Demokrat memenangi pemilihan paruh waktu AS.
Yang dipantau
- Perundingan trilateral Rusia-Ukraina-AS di Abu Dhabi, Selasa dan Rabu (10-11/11).
- Rilis inflasi konsumen (CPI) AS bulan Oktober, Selasa (10/11) pukul 20.30 WIB, dari Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS).
- Laporan Pasar Minyak Bulanan OPEC, Rabu (11/11).
- Rapat menteri OPEC+, Minggu (29/11), untuk menetapkan kuota produksi Desember.