Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance memimpin langsung jalur belakang perundingan dengan Iran. Laporan Axios menyebut upaya itu berjalan dua pekan, sementara Fox News melaporkan Senin (9/11) sebagai jendela serangan.
Menurut Axios yang mengutip dua sumber, Vance terlibat langsung dalam perundingan tidak langsung dengan Iran selama dua pekan terakhir. Ia berbicara hampir setiap hari dengan Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani dan Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Asim Munir.
Dua pekan lalu, Vance mengirim surat kepada Mohsen Rezaei, sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran. Surat itu mengusulkan dimulainya kembali perundingan langsung. Menurut Axios, Vance dan para mediator juga membahas pertemuan teknis tingkat kerja antara delegasi AS dan Iran. Pertemuan itu belum terlaksana, dan belum ada tempat yang disepakati.
Trump sebelumnya membantah memerintahkan Vance mengejar perundingan, menurut Euronews yang mengutip Wall Street Journal. Kantor Wakil Presiden memilih tidak berkomentar soal perundingan itu, menurut Axios.
Di sisi lain, Fox News melaporkan pejabat senior AS menyebut Senin (9/11) sebagai tanggal yang menguntungkan untuk serangan baru. Bulan baru jatuh pada Senin (9/11), sehingga langit malam nyaris tanpa cahaya bulan. Komando Pusat AS (CENTCOM) disebut tengah menyelesaikan persiapan operasi besar, tetapi belum menerima perintah baru dari Washington. Trump bertemu tim keamanan nasionalnya pada Rabu (4/11) dan Kamis (5/11) untuk membahas opsi itu. Belum ada keputusan yang diumumkan.
Trump sendiri memberi sinyal ganda. Pada Jumat (6/11), ia mengatakan kepada wartawan bahwa AS sedang berbicara dengan Iran. Ia juga menyebut perundingan telah mencapai banyak kemajuan. Namun ia tetap membuka opsi militer bila diplomasi gagal. Menurut Axios, pejabat AS menyebut pasukan AS siap melancarkan serangan dalam waktu singkat bila Trump mengubah haluan.
Pasar menanti kejelasan itu saat perdagangan dibuka Senin (9/11). Brent ditutup Jumat (6/11) di 98,32 dolar AS per barel, turun 13,32 persen dalam sepekan, menurut Dow Jones Market Data. Indeks dolar AS naik 0,77 persen ke 102,26 pada Jumat (6/11), menurut Reuters.
Latar singkat
KabarFX sebelumnya memberitakan Trump mengonfirmasi serangan AS ke Pulau Qeshm dan Trump mengkaji proposal 14 poin Iran. Serangan ke Qeshm pada Jumat (6/11) menjadi serangan pertama sejak pemilu sela AS. Proposal 14 poin itu masih dikaji Qatar dan Washington.
Kenapa ini penting untuk forex
Saluran transmisinya lewat harga minyak dan premi risiko. Sekitar seperlima pengiriman minyak dan gas dunia melewati Selat Hormuz, menurut Al Jazeera. Bila diplomasi Vance menghasilkan jeda, premi risiko bisa terus menyusut dan Brent melanjutkan penurunan mingguan. Bila serangan berlanjut Senin (9/11), minyak yang mahal menjaga ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed), bank sentral AS, tetap tinggi dan menopang dolar AS.
Aset aman bergerak sebaliknya. Ketegangan yang mereda menekan emas dan yen Jepang, sedangkan eskalasi mengangkat keduanya dan menekan dolar Australia serta dolar Selandia Baru.
Yang dipantau
- Inflasi China (CPI) Oktober, Senin (9/11) pukul 08.30 WIB.
- Inflasi AS (CPI) Oktober, Selasa (10/11) pukul 20.30 WIB.
- Rapat The Fed, 8-9 Desember; peluang kenaikan suku bunga sekitar 78 persen, menurut CME FedWatch.
- Pertemuan teknis AS-Iran yang sedang dijajaki, serta keputusan Trump soal serangan lanjutan.