Pemilu Selandia Baru berakhir tanpa pemenang jelas pada Sabtu (7/11). Koalisi petahana diproyeksikan meraih 67 dari 130 kursi, hanya satu kursi di atas ambang mayoritas, sementara sekitar 500.000 suara khusus belum dihitung.

Perdana Menteri Christopher Luxon mengklaim masih ada jalan menuju masa jabatan kedua, tetapi ia mengakui hasilnya terlalu ketat untuk dipastikan. Pemimpin Partai Buruh Chris Hipkins tidak mengaku kalah dan mengatakan bentuk pemerintahan berikutnya belum akan diketahui untuk sementara waktu.

Dengan 97 persen suara terhitung, Partai National meraih 29,3 persen suara partai dan Partai Buruh 29,2 persen, menurut kantor berita AAP yang mengutip Komisi Pemilihan Selandia Baru. Selisih keduanya hanya sekitar 2.500 suara dari hampir 2,38 juta suara yang dihitung, menurut RNZ.

Rincian kursi sementara menurut RNZ: National 42 kursi, Partai Buruh 35, Partai Hijau 16, ACT 13, NZ First 12, Opportunity 7, dan Te Pāti Māori 5. Partai Hijau mencatat hasil terbaiknya dengan 13,3 persen suara, begitu pula ACT dengan 11 persen, sementara NZ First meraih 9,8 persen.

Parlemen membengkak menjadi 130 kursi dari biasanya 120 karena National memenangi lebih banyak kursi daerah pemilihan daripada jatah proporsionalnya. Kelebihan kursi ini disebut overhang. Partai tengah Opportunity, yang dipimpin Qiulae Wong, untuk pertama kalinya lolos ke parlemen dengan sekitar 6 persen suara dan tujuh kursi, sehingga berpotensi menjadi penentu jika koalisi kehilangan mayoritasnya.

Penentu akhirnya adalah sekitar 500.000 suara khusus, yaitu surat suara pemilih di luar negeri, pemilih di luar daerah pemilihnya, dan pemilih yang mendaftar terlambat. Menurut para analis, suara jenis ini biasanya menguntungkan partai-partai kiri, dan baru dimasukkan dalam hasil resmi pada Jumat (27/11). Luxon sebelumnya menyatakan tidak akan bekerja sama dengan Opportunity, tetapi anggota parlemen senior National Mark Mitchell menolak mengulangi janji itu.

Latar singkat

KabarFX sebelumnya memberitakan pengangguran Selandia Baru naik ke 5,7 persen pada kuartal III, tertinggi sejak 2015. Kampanye selama enam pekan didominasi isu biaya hidup. Sejumlah menteri senior National kehilangan kursinya, termasuk Menteri Keuangan Nicola Willis dan Menteri Pertahanan Paul Goldsmith.

Kenapa ini penting untuk forex

Dolar Selandia Baru, yang disebut kiwi, memasuki akhir pekan dalam posisi lemah. NZD/USD ditutup Jumat (6/11) di 0,5546 dolar AS, turun dari 0,5595 sehari sebelumnya, dan sempat menyentuh 0,5528, level terendah dalam 52 pekan. Margin satu kursi koalisi bisa hilang begitu suara khusus dihitung, dan pembukaan pasar Asia Senin (9/11) menjadi ujian pertama bagi kiwi.

Berbeda dengan dolar Australia yang lebih terkait China dan komoditas, kiwi lebih sensitif terhadap sentimen risiko dan arah suku bunga Reserve Bank of New Zealand (RBNZ), bank sentral Selandia Baru. Jika negosiasi koalisi berlarut atau Opportunity menjadi penentu, ketidakpastian politik bisa menahan kiwi tetap tertekan, sementara kejelasan soal pemerintahan justru meredakannya.

Yang dipantau

  • Hasil resmi pemilu Selandia Baru, Jumat (27/11), termasuk suara khusus.
  • Pembukaan pasar Asia Senin (9/11), reaksi pertama kiwi terhadap hasil pemilu.
  • Inflasi China (CPI) Oktober, Senin (9/11) pukul 08.30 WIB.
  • Inflasi AS (CPI) Oktober, Selasa (10/11) pukul 20.30 WIB.