Minggu, 8 November 2026 ● Jakarta, WIB68 artikel terbit · Briefing terbaru pukul 06:03 WIB
Edisi Minggu

Berita fundamental forex berbahasa Indonesia.
Data, bank sentral, dan konteksnya.

Briefing Harian

Briefing Harian: Jumat, 6 November 2026

Jumat, 6 November 2026Terbit pukul 06:03 WIBJenis: Harian
Indikator terkaitNFPBoENasdaqYenEmasGBPUSD
INTI HARI INI

BoE menaikkan suku bunga ke 4 persen dan Nasdaq masuk zona koreksi setelah anjlok lebih dari 5 persen, sementara pasar menunggu laporan tenaga kerja AS malam ini pukul 20.30 WIB.

01 Rekap kemarin

Bank of England menaikkan suku bunga acuan 25 basis poin menjadi 4,00 persen pada Kamis, 5 November, kenaikan pertama sejak Agustus 2023. Komite Kebijakan Moneter memutuskan dengan suara 8-1, dengan Catherine Mann memilih kenaikan yang lebih besar ke 4,25 persen. Bank sentral menyebut inflasi Inggris mencapai 3,5 persen pada September dan memperkirakan inflasi mendekati 5 persen pada kuartal II 2027, jauh di atas target 2 persen, terutama karena lonjakan harga energi terkait konflik AS-Iran. Gubernur Andrew Bailey mengatakan kenaikan ini belum tentu yang terakhir selama konflik tersebut berlanjut.

Norges Bank menahan suku bunga di 4,50 persen dan memberi sinyal kemungkinan kenaikan pada Desember.

Di AS, data tenaga kerja menunjukkan gambaran yang beragam. Produktivitas pekerja nonpertanian naik 3,6 persen secara tahunan pada kuartal III 2026, di atas perkiraan ekonom sekitar 2,8 persen, sementara biaya tenaga kerja per unit turun 0,7 persen. Klaim awal tunjangan pengangguran turun 6.000 menjadi 189.000 pada pekan yang berakhir 31 Oktober, level terendah sejak 1969. Klaim lanjutan naik tipis menjadi 1,718 juta.

Pasar saham AS anjlok tajam. Nasdaq Composite ditutup turun 5,52 persen ke 24.315,00 dan Nasdaq 100 turun 6,36 persen ke 26.629,81, penurunan harian terburuk sejak 2020. Nasdaq Composite kini lebih dari 10 persen di bawah rekor penutupan 6 Oktober di 27.599,89, yang menandai koreksi, yang kedua tahun ini. Russell 2000 turun 4,45 persen. Pemicunya adalah kekhawatiran atas belanja besar-besaran untuk infrastruktur AI dan prospek pengawasan yang lebih ketat terhadap ekspansi pusat data setelah Partai Demokrat menyapu bersih kedua kamar Kongres dalam pemilu tengah masa pada 3 November.

Di pasar valuta, yen menjadi mata uang utama yang paling bertahan, dengan USDJPY turun 0,49 persen ke 157,64, sementara dolar AS menguat terhadap dolar Australia, dengan AUDUSD turun 1,13 persen ke 0,6925. Emas bertahan di atas 4.100 dolar AS per ons, dan minyak Brent diperdagangkan mendekati 97 dolar AS per barel.

AS juga menjatuhkan sanksi terhadap skema pemerasan di Selat Hormuz dan jaringan kapal bayangan Iran.

02 Agenda hari ini

AS sudah kembali ke waktu standar (EST) sejak 1 November, sehingga rilis pukul 08.30 waktu New York jatuh pada 20.30 WIB.

Jadwal rilis dan peristiwa Jumat, 6 November 2026, dalam Waktu Indonesia Barat (WIB).
Waktu (WIB) Rilis Perkiraan Sebelumnya
17.00 Penjualan ritel zona euro, September - -
20.30 Nonfarm payrolls AS, Oktober sekitar 55.000-65.000 29.000
20.30 Tingkat pengangguran AS, Oktober 4,2% 4,2%
20.30 Upah per jam AS, Oktober (m/m) 0,3% 0,1%
20.30 Perubahan tenaga kerja Kanada, Oktober sekitar 14.500 -68.300
20.30 Tingkat pengangguran Kanada, Oktober 6,5% 6,5%
22.00 Sentimen konsumen AS (Univ. Michigan, prelim November) sekitar 48,1 46,3
22.00 PMI Ivey Kanada, Oktober sekitar 57,7 58,2

Laporan tenaga kerja AS menjadi rilis utama hari ini. Pasar juga memperhatikan revisi data bulan sebelumnya dan pertumbuhan upah, karena data ini menjadi bahan pertimbangan The Fed menjelang pertemuan Desember. Pelaku pasar saat ini memperkirakan The Fed menaikkan suku bunga pada Desember, menurut Reuters.

03 Yang dipantau

  • Hasil laporan tenaga kerja AS dan Kanada pukul 20.30 WIB, termasuk revisi dan pertumbuhan upah.
  • Sentimen konsumen AS versi University of Michigan pukul 22.00 WIB.
  • Perkembangan konflik AS-Iran dan pergerakan harga energi.
  • Pernyataan pejabat The Fed dan Bank of England setelah keputusan suku bunga pekan ini.

Sumber: Reuters, Bank of England, Biro Statistik Tenaga Kerja AS, InvestingLive. Konten KabarFX bersifat edukasi, bukan rekomendasi atau nasihat keuangan.