Minggu, 8 November 2026 ● Jakarta, WIB68 artikel terbit · Briefing terbaru pukul 06:03 WIB
Edisi Minggu

Berita fundamental forex berbahasa Indonesia.
Data, bank sentral, dan konteksnya.

Briefing Mingguan

Briefing Mingguan: RBA dan BoE Naik, Dolar Melemah Usai Pemilu AS

Sabtu, 7 November 2026Terbit pukul 08:04 WIBJenis: Mingguan
Indikator terkaitRBABoEFedPemilu ASNFPCPIPPIEmasMinyak
INTI PEKAN INI

Pekan ini dua bank sentral menaikkan suku bunga, Partai Demokrat memenangi pemilu sela AS, harga minyak anjlok di bawah 100 dolar, dan emas kembali di atas 4.100 dolar. Pekan depan fokus beralih ke data inflasi AS, CPI pada Selasa dan PPI pada Jumat.

01 Rekap sepekan: dua bank sentral menaikkan suku bunga

Reserve Bank of Australia (RBA) menaikkan suku bunga acuan 25 basis poin menjadi 4,85 persen pada 3 November, level tertinggi sejak 2008. Keputusan diambil dengan suara 6-3, tiga anggota dewan memilih menahan di 4,60 persen. RBA menilai inflasi membutuhkan waktu lebih lama untuk kembali ke target. Inflasi utama Australia 4,3 persen secara tahunan pada September, inflasi inti (trimmed mean) 3,6 persen, dan prakiraan terbaru RBA menempatkan inflasi di 4,5 persen pada kuartal Desember 2026.

Bank of England (BoE) menyusul pada 5 November dengan kenaikan 25 basis poin menjadi 4,00 persen, kenaikan pertama sejak Agustus 2023. Sembilan anggota Komite Kebijakan Moneter memberikan suara 8-1, dengan Catherine Mann menginginkan kenaikan 50 basis poin ke 4,25 persen. BoE memperkirakan inflasi Inggris mendekati 5 persen pada pertengahan 2027 dan baru kembali ke target 2 persen pada 2028. Prakiraan pertumbuhan ekonomi dinaikkan menjadi 1,6 persen untuk 2026 dan 1,3 persen untuk 2027.

Pekan dibuka dengan pasar masih mencerna keputusan akhir Oktober: Federal Reserve menahan suku bunga di 3,75-4,00 persen pada 28 Oktober dengan suara 10-2, dan European Central Bank menahan deposit rate di 2,50 persen pada 29 Oktober. Pertemuan berikutnya: Fed 8-9 Desember, RBA 7-8 Desember, ECB dan BoE 17 Desember.

Bank-bank sentral lain bergerak searah. Norges Bank menahan suku bunga di 4,50 persen pada 5 November, tetapi menyatakan siap menaikkan lagi bila inflasi Norwegia yang 3,4 persen pada September tidak turun ke target sekitar 2 persen. Keputusan berikutnya pada 17 Desember. Riksbank Swedia menaikkan suku bunga 25 basis poin menjadi 2,00 persen pada 4 November. Risalah rapat Bank of Japan Oktober yang dirilis pekan ini menunjukkan dewan sepakat suku bunga perlu naik lagi, dan data upah Jepang memperkuat sinyal itu: upah nominal naik 4,6 persen secara tahunan pada September, tercepat sejak Januari 1997, sementara upah riil naik 2,2 persen, bulan kesembilan berturut-turut.

02 Pemilu sela AS: Demokrat merebut dua kamar Kongres

Partai Demokrat memenangi pemilu sela 3 November dan merebut kendali DPR dan Senat AS, menurut proyeksi media. Demokrat membalikkan sedikitnya tujuh kursi Senat, antara lain di Kansas, Iowa, Texas, Ohio, Maine, North Carolina, dan South Carolina, serta membalikkan lebih dari 40 kursi di DPR. Hasil ini menempatkan pemerintahan Presiden Donald Trump berhadapan dengan Kongres yang dikuasai oposisi untuk sisa masa jabatannya, sehingga agenda legislatifnya menghadapi hambatan lebih besar. Demokrat tetap berada di bawah ambang 60 kursi Senat yang dibutuhkan untuk mengatasi filibuster. Indeks dolar tertekan ke bawah 101,50 setelah hasil pemilu diketahui, sebelum menguat kembali pada Jumat.

03 Minyak anjlok di bawah 100 dolar, emas rebound

Minyak Brent anjlok 8,7 persen pada 4 November ke 94,62 dolar per barel, pertama kali di bawah 100 dolar sejak 7 Oktober. Minyak WTI AS ikut turun sekitar 8 persen ke kisaran 88-89 dolar. Pasar membaca hasil pemilu sebagai berkurangnya peluang serangan baru AS ke Iran, setelah Presiden Trump menyatakan tidak ada rencana serangan dalam waktu dekat dan Iran memberi sinyal bisa membuka kembali Selat Hormuz. Pada Kamis, harga minyak naik sekitar 4 persen setelah serangan baru terhadap kapal tanker di Teluk. Reuters mencatat Brent menuju penurunan mingguan terbesar sejak 2020.

Emas bergerak berlawanan arah. Harga emas spot naik 3,4 persen pada 4 November, kenaikan harian terbesar sejak 19 Agustus, lalu mencapai 4.146,63 dolar per ons pada 5 November, tertinggi sejak 20 Oktober. Dolar AS melemah dan imbal hasil obligasi pemerintah AS turun setelah pemilu. Pada Jumat, emas turun 1,76 persen ke sekitar 4.031 dolar setelah laporan tenaga kerja AS yang kuat.

Diplomasi seputar konflik masih berjalan. AS menjatuhkan sanksi baru pada 5 November terhadap skema pemerasan di Selat Hormuz yang dikaitkan dengan Iran, dan pada Sabtu Presiden Trump menyatakan masih mengkaji proposal 14 poin dari Iran serta meragukan kesepakatan bisa dicapai. Saham teknologi AS melemah tajam pada Kamis di tengah kekhawatiran valuasi kecerdasan buatan, dan yen Jepang menguat di saat yang sama.

04 Data AS: lapangan kerja kuat, sentimen konsumen membaik

Laporan tenaga kerja AS Oktober yang dirilis 6 November menunjukkan penambahan 165.000 pekerjaan non-pertanian, jauh di atas perkiraan sekitar 65.000. Tingkat pengangguran turun ke 4,1 persen dari 4,2 persen, dan upah per jam naik 0,4 persen secara bulanan dan 3,1 persen secara tahunan. Angka September direvisi naik menjadi 60.000 dari 29.000. ISM Manufaktur Oktober naik ke 55,5 dari perkiraan 54,6. Produktivitas AS naik 3,6 persen pada kuartal III, dan klaim pengangguran mingguan turun. Presiden Fed New York John Williams menilai ekonomi AS tetap tangguh, tetapi inflasi masih terlalu tinggi.

Survei pendahuluan sentimen konsumen University of Michigan untuk November naik ke 51,0 dari 48,0 pada Oktober. Ekspektasi inflasi satu tahun turun ke 4,3 persen dari 4,7 persen, dan ekspektasi lima tahun ke 3,4 persen. Wawancara dilakukan 20 Oktober sampai 2 November, sebelum hasil pemilu diketahui. Angka final November dijadwalkan 20 November.

Kombinasi lapangan kerja yang kuat dan inflasi yang masih tinggi membuat pasar menilai kenaikan suku bunga Fed pada Desember tetap mungkin. Pasar berjangka memperkirakan peluang sekitar 75 sampai 82 persen untuk kenaikan 25 basis poin pada 9 Desember.

05 Kenapa ini penting untuk forex

Pekan ini menunjukkan bank-bank sentral besar bergerak ke arah yang sama, pengetatan, tetapi dengan kecepatan berbeda. RBA dan BoE menaikkan suku bunga karena inflasi yang didorong energi, sementara Fed menahan suku bunga pada akhir Oktober dan baru memutuskan lagi pada Desember. Dolar AS melemah setelah pemilu sela, lalu menguat kembali setelah laporan tenaga kerja yang kuat. Minyak dan emas bergerak tajam mengikuti perkembangan konflik AS-Iran, yang tetap menjadi sumber volatilitas utama bagi mata uang komoditas dan aset haven.

06 Agenda pekan depan

Jadwal rilis dan peristiwa Sabtu, 7 November 2026, dalam Waktu Indonesia Barat (WIB).
Hari Peristiwa Waktu (WIB)
Senin, 9 November CPI dan PPI Tiongkok Oktober 08.30
Senin, 9 November Neraca perdagangan Jerman September -
Selasa, 10 November Neraca perdagangan Tiongkok Oktober -
Selasa, 10 November CPI AS Oktober 20.30
Rabu, 11 November CPI final Jerman Oktober; pasar obligasi AS tutup (Veterans Day) -
Kamis, 12 November PDB Inggris kuartal III -
Kamis, 12 November Klaim pengangguran mingguan AS; penjualan rumah existing AS Oktober 20.30
Jumat, 13 November PDB zona euro kuartal III (estimasi kedua) dan data tenaga kerja -
Jumat, 13 November PPI AS Oktober 20.30

CPI AS pada Selasa adalah data inflasi terakhir yang diterima Fed sebelum keputusan 9 Desember. Biro Statistik Tenaga Kerja AS tidak akan menerbitkan angka inflasi tahunan untuk Oktober karena data Oktober 2025 tidak tersedia, sehingga perbandingan bulanan menjadi acuan utama. Konsensus memperkirakan CPI naik 0,3 persen secara bulanan dan CPI inti naik 0,2 persen. PPI AS pada Jumat diperkirakan naik 0,4 persen secara bulanan. Sejumlah pejabat Fed juga dijadwalkan berpidato sepanjang pekan, antara lain Presiden Fed Chicago Austan Goolsbee pada Senin dan Presiden Fed New York John Williams pada Jumat.

07 Yang dipantau

  • Perkembangan konflik AS-Iran dan lalu lintas kapal di Selat Hormuz.
  • Pernyataan pejabat Fed pekan depan menjelang keputusan 9 Desember.
  • CPI AS pada Selasa sebagai penentu ekspektasi kenaikan suku bunga Desember.

Sumber: Reuters, Nikkei Asia, Bank of England, Reserve Bank of Australia, Norges Bank, Bank of Japan, Bureau of Labor Statistics, University of Michigan, Dow Jones Newswires. Konten KabarFX bersifat edukasi, bukan rekomendasi atau nasihat keuangan.