Bank sentral dunia memborong 321 ton emas pada kuartal III 2026, naik 42 persen secara tahunan dan menjadi pembelian kuartalan terbesar sejak 2024. Data itu muncul dalam laporan Gold Demand Trends yang dirilis World Gold Council pada Selasa (3/11).

Sepanjang Januari hingga September, pembelian bank sentral mencapai 675 ton, naik 6 persen tahunan.

Hanya sekitar 120 ton yang dilaporkan resmi oleh Cina, Polandia, dan lainnya; sisanya estimasi World Gold Council.

Dana investasi berbasis emas (ETF) mencatat arus masuk 211 ton setelah keluar 47,3 ton pada kuartal II; total kepemilikan mencapai rekor 4.256 ton.

Di sisi lain, permintaan ritel melemah: pembelian batangan dan koin turun 19 persen ke 268 ton, level terendah empat tahun.

Konsumsi perhiasan turun 17 persen ke 313 ton, terendah untuk kuartal III sejak 2000.

Harga emas rata-rata kuartal III tercatat 4.262 dolar AS per ons, naik 23 persen dari tahun lalu.

Nilai total permintaan emas 2026 pun menembus rekor 566 miliar dolar AS.

World Gold Council memangkas proyeksi pertumbuhan permintaan investasi tahun ini menjadi 200 ton dari 400 ton, karena lesunya pembelian batangan dan koin.

Lembaga itu justru menaikkan proyeksi pembelian bank sentral: total 2026 diperkirakan minimal menyamai 848 ton pada 2025.

Analis World Gold Council, Krishan Gopaul, mengatakan total pembelian bank sentral tahun ini bisa melampaui angka tahun lalu.

Latar singkat

Emas spot kembali menembus 4.000 dolar AS per ons pada Rabu (4/11), setelah sempat jatuh ke titik terendah satu tahun pada akhir pekan lalu.

Penguatan itu mengikuti pelemahan dolar AS pasca pemilu sela AS, seperti dilaporkan KabarFX dalam artikel ini.

Kenapa ini penting untuk forex

Emas dan dolar AS umumnya bergerak berlawanan arah. Saat dolar melemah, emas menjadi lebih murah bagi pembeli bermata uang lain, sehingga permintaannya naik.

Pembelian agresif bank sentral juga menandakan diversifikasi cadangan devisa dari dolar AS terus berjalan, menekan permintaan dolar jangka panjang.

Di sisi lain, ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed membatasi ruang penguatan emas. Emas tidak memberi imbal hasil, sehingga suku bunga tinggi menaikkan biaya peluang memegangnya.

Pasar berjangka melihat peluang sekitar 75 persen The Fed menaikkan suku bunga seperempat poin pada Desember, menurut CME FedWatch. Ketegangan inilah yang menahan harga emas dalam kisaran sempit.

Yang dipantau

  • Laporan ketenagakerjaan ADP AS untuk Oktober, Rabu (4/11) pukul 20.15 WIB; konsensus 69 ribu pekerjaan di sektor swasta.
  • Laporan ketenagakerjaan AS (NFP) untuk Oktober pada Jumat (6/11); menurut FXStreet, data ini menentukan ekspektasi suku bunga The Fed.

Sumber