Minyak mentah Brent turun 2,9 persen ke 100,6 dolar AS per barel pada Rabu (4/11) malam WIB. Ini penurunan hari ketiga beruntun, karena pasar menimbang data stok AS yang lebih lemah dari perkiraan dan harapan penyelesaian konflik Washington-Teheran.

Penurunan Brent berlanjut tajam pada Rabu malam. Kontrak Brent anjlok 9,27 dolar AS atau 8,9 persen ke 94,29 dolar AS per barel, level terendah sejak 4 September, menurut Reuters.

West Texas Intermediate (WTI) ikut turun 7,44 dolar AS atau 7,8 persen ke 88,54 dolar AS per barel. Data harga tercatat sekitar pukul 23.58 WIB, dan pasar masih bergerak fluktuatif.

Aksi jual menguat setelah Presiden Donald Trump mengakui perang Iran berperan dalam kekalahan partainya pada pemilu sela. Kepada Fox News, ia berkata "I think it's the gasoline price" saat menjelaskan hasil pemilu.

Wakil Presiden JD Vance menulis di platform X bahwa perang menjadi penyebab kekalahan dan dialog ke depan harus berangkat dari sana. Dennis Kissler dari BOK Financial menilai Kongres yang dikuasai Demokrat dapat mengetatkan belanja militer AS di Timur Tengah, sehingga peluang damai lebih cepat terwujud.

Namun tidak semua analis sepakat. Carl Larry dari Enverus memperingatkan eskalasi masih dapat terjadi sebelum ada resolusi. Data EIA mencatat stok distilat turun 3,6 juta barel, kini 13 persen di bawah rata-rata lima tahun.

Departemen Energi AS meminjamkan 300 ribu barel dari cadangan minyak pemanas Timur Laut ke empat perusahaan. Langkah itu menyusul tekanan senator setelah harga diesel melampaui 6,5 dolar AS per galon. Kontrak minyak pemanas ikut turun sekitar 7 persen.

Media Qatar Al-Jadeed kembali melaporkan kemajuan negosiasi AS dan Iran. Laporan itu dibantah pejabat senior Iran, dan harga sempat memulihkan sebagian penurunan awal.

Badan Informasi Energi AS (EIA) mencatat stok minyak mentah AS turun 865 ribu barel pada pekan yang berakhir 30 Oktober, menurut analisis XTB. Angka itu lebih kecil dari perkiraan 1,7 juta barel; stok kini tercatat 409,76 juta barel. Indikasi American Petroleum Institute (API) bahkan sempat menunjukkan penurunan sekitar 5,3 juta barel. Stok distilat susut 3,565 juta barel, jauh lebih dalam dari perkiraan.

Menurut OilPrice.com, pada 9.40 pagi waktu bagian timur AS (21.40 WIB), Brent turun 3,04 dolar AS ke 100,6 dolar AS per barel. West Texas Intermediate (WTI) turun 3 persen ke 93,23 dolar AS per barel, sedangkan Murban turun 1,27 dolar AS ke 100,9 dolar AS per barel.

Tekanan utama datang dari meredanya premi risiko geopolitik. Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan kepada Financial Times bahwa Washington tidak berencana segera menyerang Iran. Pejabat senior Iran mengatakan Teheran dapat membuka kembali Selat Hormuz dalam dua hari bila sanksi minyak dicabut, menurut laporan yang dikutip OilPrice.com. Klaim Iran soal empat kapal tanker yang dihancurkan ranjau di selatan Hormuz belum dikonfirmasi secara independen.

Kemenangan Partai Demokrat di kedua kamar Kongres pada pemilu sela Selasa (3/11) turut menekan harga. Analis menilai hasil itu dapat membatasi pendanaan operasi militer AS di luar negeri. Kongres baru dilantik 3 Januari, menurut Michelle Brouhard, kepala kebijakan dan risiko geopolitik Kpler. JPMorgan mencatat surplus minyak global 1,4 juta barel per hari pada Oktober, naik dari 1,1 juta pada September.

Latar singkat

Pergerakan Rabu membalikkan arah sehari sebelumnya, ketika Brent sempat naik ke 104,3 dolar AS karena ketidakpastian perang Iran yang bertahan.

Kenapa ini penting untuk forex

Minyak adalah komponen biaya di hampir seluruh rantai produksi, sehingga pelemahannya meredam tekanan inflasi dan memberi bank sentral ruang menilai ulang suku bunga. Bagi Federal Reserve (The Fed) yang masih menghadapi inflasi di atas target 2 persen, energi murah dapat memperkuat argumen menahan suku bunga pada Desember. Di pasar valuta, minyak yang lebih murah cenderung melemahkan mata uang negara eksportir energi seperti dolar Kanada. Namun Neil Shearing dari Capital Economics mengingatkan: serangan AS yang diperbarui dapat mendorong Brent ke atas 120 dolar AS.

Yang dipantau

  • Laporan ketenagakerjaan AS (nonfarm payrolls) Oktober - Jumat (6/11), 20.30 WIB.
  • Pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 8-9 Desember - keputusan suku bunga diumumkan Kamis (10/12) dini hari WIB.
  • Perkembangan mediasi Qatar antara AS dan Iran serta lalu lintas kapal di Selat Hormuz.