Indeks dolar AS (DXY) jatuh sekitar 0,5 persen hingga menembus ke bawah 101,50 pada Rabu (4/11). Level tersebut menjadi yang terendah dalam empat pekan, setelah Partai Demokrat memastikan kemenangan di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Senat AS dalam pemilu sela.

Euro dan poundsterling memimpin penguatan melawan dolar AS. Menurut laporan Reuters, euro naik 0,5 persen ke 1,125 dolar AS dan pound naik 0,5 persen ke 1,349 dolar AS. Franc Swiss tampil paling kuat, dengan dolar turun 0,6 persen ke 0,8163 franc, sementara dolar juga melemah 0,4 persen ke 158,12 yen.

Pelemahan dolar berjalan seiring jatuhnya imbal hasil obligasi pemerintah AS. Imbal hasil obligasi 10 tahun turun ke sekitar 4,92 persen karena investor menilai kemenangan Demokrat akan membatasi belanja fiskal Presiden Donald Trump. Carol Kong, ahli strategi valas di Commonwealth Bank of Australia, mengatakan kemenangan telak Demokrat bisa menekan pengeluaran pemerintah dan melemahkan dolar.

Sektor teknologi menjadi sorotan berikutnya. Investor khawatir Kongres yang dikuasai Demokrat akan memperketat pengawasan terhadap perusahaan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) dan pembangunan pusat data. Analis Goldman Sachs yang dikutip Morningstar memperkirakan sekitar 45 persen kapasitas pusat data yang direncanakan berada di negara bagian yang berpotensi menerapkan pembatasan.

Meski begitu, sejumlah analis mengingatkan agar tidak terburu-buru menyimpulkan tren baru. ING menilai reaksi awal bisa bersifat sementara. Societe Generale menyebut posisi beli dolar yang sudah penuh memperbesar koreksi. Pasar juga masih menilai peluang kenaikan suku bunga The Fed, bank sentral AS, pada Desember berada di kisaran 80 persen, menurut perangkat CME FedWatch Tool yang dikutip FXStreet.

Kenapa ini penting untuk forex

Pertama, jalur fiskal: pemerintahan terbagi membuat belanja negara dan pemangkasan pajak baru sulit lolos, sehingga ekspektasi pertumbuhan dan inflasi turun. Tekanan bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga ikut berkurang. Imbal hasil obligasi yang lebih rendah membuat aset berdenominasi dolar kurang menarik.

Kedua, jalur suku bunga: euro dan pound diuntungkan karena selisih imbal hasil dengan dolar menyempit. Pound mendapat dorongan tambahan dari ekspektasi kenaikan suku bunga Bank of England pada Kamis (5/11). Ketiga, jalur sentimen: franc Swiss dan yen menguat sebagai aset aman.

Yang dipantau

  • Keputusan suku bunga Bank of England, Kamis (5/11) sekitar pukul 19.00 WIB; pasar memperkirakan kenaikan ke 4 persen.
  • Klaim pengangguran mingguan AS, Kamis (5/11) sekitar pukul 20.30 WIB.
  • Laporan ketenagakerjaan AS (nonfarm payrolls) Oktober, Jumat (6/11) sekitar pukul 20.30 WIB; rilis ini bisa menentukan arah ekspektasi suku bunga The Fed.
  • Inflasi konsumen AS (CPI) Oktober, dijadwalkan rilis 10 November.