Partai Demokrat memenangi kedua kamar Kongres dalam pemilu paruh waktu Amerika Serikat pada Selasa (3/11). Dolar AS melemah ke level terendah dalam sebulan pada perdagangan Rabu (4/11) saat pasar menilai kemenangan telak yang disebut blue sweep tersebut.

Kemenangan Demokrat menjadi hasil hampir final. Menurut Reuters, partai itu merebut enam kursi Senat yang sebelumnya dikuasai Republik, termasuk kemenangan Roy Cooper di North Carolina dan Annie Andrews di South Carolina yang menjadi Demokrat pertama memenangi kursi itu sejak 1998. Jon Ossoff mempertahankan kursinya di Georgia. Di Dewan Perwakilan, Demokrat telah mengamankan 218 kursi yang dibutuhkan untuk membentuk mayoritas, menurut data Decision Desk HQ yang dikutip FXStreet.

Indeks dolar yang mengukur kekuatan dolar AS terhadap enam mata uang utama turun 0,6 persen ke 101,27 pada sesi Asia, level terendah dalam sebulan. Euro menguat 0,6 persen ke 1,1258 dolar AS, sedangkan yen Jepang melompat hampir 0,8 persen ke 157,92 yen per dolar AS. Dolar juga melemah 0,6 persen terhadap franc Swiss ke 0,8159. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun hampir 5 basis poin ke 4,915 persen karena investor memburu keamanan obligasi.

Emas ikut menguat mengikuti pelemahan dolar. Menurut Reuters, harga emas spot naik 0,5 persen ke 3.947,49 dolar AS per ons pada sekitar 11.15 WIB, sementara kontrak berjangka Desember naik 0,5 persen ke 3.958 dolar AS per ons. Data perdagangan kemudian yang dikutip FinanceFeeds menunjukkan kontrak Desember diperdagangkan di 4.027,30 dolar AS per ons pada 13.36 WIB, naik 2,2 persen dari penutupan Selasa.

Latar singkat

Ketika hasil awal mulai masuk, dolar sudah melemah terhadap mata uang utama seperti yang dilaporkan KabarFX dalam artikel hasil awal pemilu. Konfirmasi blue sweep pada Rabu mempertegas arah pergerakan itu dan menambah tekanan baru ke dolar.

Kenapa ini penting untuk forex

Blue sweep mengubah ekspektasi kebijakan fiskal AS. Menurut analis Commonwealth Bank of Australia Carol Kong, kemenangan Demokrat membatasi belanja pemerintah dalam sisa masa jabatan Trump, yang menekan ekspektasi pertumbuhan dan imbal hasil. Ekspektasi itu melemahkan daya tarik dolar di pasar suku bunga.

Saluran kedua adalah sentimen risiko. Moh Siong Sim, analis OCBC, mengatakan kekhawatiran pengawasan yang lebih ketat terhadap sektor kecerdasan buatan di bawah Kongres Demokrat menekan saham teknologi dan indeks Nasdaq. Arus dana keluar dari saham mengalir ke obligasi pemerintah dan mata uang safe haven seperti yen dan franc Swiss, yang terlihat jelas dari penguatan keduanya.

Namun efek ini tidak otomatis berlanjut. Carol Kong juga menilai investor akan segera kembali ke pendorong fundamental: data AS yang kuat masih menopang peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Desember. Dengan imbal hasil yang turun dan data tenaga kerja baru yang segera rilis, pelemahan dolar bisa berbalik cepat jika data mendukung.

Yang dipantau

  • Data inflasi zona euro (flash CPI Oktober) rilis hari ini pukul 17.00 WIB; pasar memperkirakan headline naik ke sekitar 4,0 persen dari 3,8 persen. Hasil panas memperkuat peluang kenaikan suku bunga ECB pada Desember.
  • Data tenaga kerja swasta AS versi ADP Oktober rilis malam ini pukul 20.15 WIB.
  • Keputusan suku bunga Bank of England Kamis (5/11) pukul 19.00 WIB; pasar memperkirakan kenaikan 25 basis poin ke 4,00 persen.
  • Data payroll resmi AS (nonfarm payrolls) Jumat (6/11).

Sumber