Inflasi tahunan zona euro naik ke 4,0 persen pada Oktober 2026, level tertinggi sejak September 2023. Estimasi awal Eurostat yang dirilis Rabu (4/11) sekitar 17.00 WIB ini memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) pada Desember.
Rincian data
Kenaikan dari 3,8 persen pada September ini sesuai perkiraan konsensus pasar. Pendorong utamanya adalah energi, yang naik 20,8 persen dibanding tahun lalu setelah 18,9 persen pada September. Secara bulanan, harga-harga naik 0,4 persen.
Inflasi inti yang tidak mencakup energi, pangan, alkohol, dan tembakau tercatat 2,5 persen, tidak berubah dari September. Namun inflasi jasa yang diawasi ketat ECB naik ke 3,3 persen dari 3,2 persen. Harga pangan, alkohol, dan tembakau naik ke 1,6 persen dari 1,3 persen.
Perbedaan antarnegara terlihat jelas. Italia mencatat 5,6 persen menurut ukuran yang diselaraskan Uni Eropa, sementara Jerman justru turun ke 2,8 persen dari 3,3 persen berkat pemotongan pajak bahan bakar. Perancis naik ke 3,8 persen. Eurostat akan merilis data lengkap pada 18 November.
Latar singkat
Hasil ini menguatkan pernyataan Presiden Bundesbank Joachim Nagel pada Selasa (3/11) bahwa kenaikan suku bunga ECB pada Desember hampir pasti diperlukan, seperti dibahas KabarFX dalam artikel Nagel: Kenaikan Suku Bunga ECB Desember Hampir Pasti. ECB sendiri menahan suku bunga pada 29 Oktober, dengan suku bunga deposit di level 2,5 persen.
Kenapa ini penting untuk forex
ECB menaikkan suku bunga ketika inflasi jauh di atas target 2 persen untuk mendinginkan laju harga. Inflasi 4,0 persen memberi argumen kuat bagi dewan gubernur untuk menaikkan suku bunga pada pertemuan 17 Desember. Suku bunga zona euro yang lebih tinggi membuat euro lebih menarik karena investor mengejar imbal hasil yang lebih besar.
Euro menguat pada Rabu dan bergerak di kisaran 1,1230 hingga 1,1250 terhadap dolar AS pada siang hari, mendekati level tertinggi dua pekan, menurut FXStreet. Menurut catatan Scotiabank yang dikutip FXStreet, pasar swap suku bunga memperhitungkan risiko pengetatan sekitar 22 basis poin (0,22 poin persentase) pada Desember, mendekati ukuran satu kali kenaikan penuh sebesar 25 basis poin.
Satu catatan penting: lonjakan ini terutama didorong harga energi yang tidak bisa dikendalikan ECB secara langsung. Yang diawasi bank sentral adalah apakah inflasi jasa yang naik ke 3,3 persen menandakan tekanan harga merambat ke sektor lain.
Yang dipantau
- Data inflasi lengkap Oktober dari Eurostat: 18 November 2026.
- Data final inflasi Jerman Oktober: 11 November 2026.
- Keputusan suku bunga ECB: 17 Desember 2026 (pengumuman biasanya sekitar 20.15 WIB).
- Keputusan Bank of England: Kamis (5/11) sekitar 19.00 WIB; pasar memperkirakan kenaikan 25 basis poin (0,25 poin persentase) ke 4,0 persen.
Sumber
- Eurostat: Euro area annual inflation up to 4.0%
- InvestingLive: Eurozone inflation hits 4% for first time since 2023
- FXStreet: Euro rises to near 1.1250, US midterm elections in spotlight
- FXStreet: Forex Today: US Dollar under pressure
- ING: Rates Spark - A blue wave in the US and euro inflation
- Destatis: Inflation rate of +2.8% expected in October 2026