Riksbank, bank sentral Swedia, menaikkan suku bunga acuan 25 basis poin menjadi 2,00 persen pada Rabu (4/11). Kenaikan mulai berlaku 11 November 2026 dan menjadi yang pertama sejak September 2023.
Keputusan dan sinyal lanjutan
Dewan Eksekutif Riksbank mengambil keputusan itu dalam rapat kebijakan moneter hari ini. Langkah tersebut sudah diperkirakan pasar setelah para pembuat kebijakan memberi isyarat usai rapat September bahwa kenaikan bisa dimulai pada akhir tahun.
Yang menjadi berita bukan hanya kenaikannya, melainkan arah kebijakan ke depan. Riksbank menyatakan suku bunga kemungkinan akan dinaikkan lagi pada tahun mendatang jika prospek inflasi dan ekonomi bertahan, menurut laporan Dow Jones Newswires yang mengutip pernyataan resmi bank sentral. Bank sentral itu juga memperkirakan inflasi Swedia naik ke atas target 2 persen pada tahun depan.
Dorongan dari harga energi
Kenaikan ini dipicu kekhawatiran inflasi akibat harga energi. Perang antara Amerika Serikat dan Iran yang berkepanjangan membuat biaya energi tetap tinggi, dan Riksbank menilai tekanan itu bisa merambat ke harga konsumen.
Kondisi domestik Swedia sebenarnya relatif ringan. Negara itu kurang bergantung pada bahan bakar fosil impor dibanding sebagian besar Eropa, dan pajak transportasi serta makanan sempat dipangkas sebagai respons terhadap perang. Ekonomi juga menunjukkan ketahanan lewat belanja konsumen, investasi bisnis, dan ekspor. Namun Riksbank menilai risiko inflasi dari sisi energi cukup besar untuk memulai siklus pengetatan.
Kenapa ini penting untuk forex
Riksbank bergabung dengan gelombang pengetatan bank sentral yang dipicu lonjakan harga energi. Menurut Dow Jones Newswires, The Fed, Bank Sentral Eropa, dan Bank of Japan masing-masing sudah menaikkan suku bunga setidaknya sekali, sementara Bank of England diperkirakan menyusul pada Kamis (5/11).
Bagi mata uang, jalur transmisinya berjalan lewat selisih suku bunga. Kenaikan suku bunga acuan membuat imbal hasil aset berdenominasi krona Swedia lebih menarik dibanding mata uang dengan suku bunga lebih rendah, yang bisa menopang krona terhadap euro dalam pasangan EUR/SEK. Sinyal kenaikan lanjutan juga menjaga ekspektasi pasar agar tidak terlalu cepat memangkas posisi beli krona.
Nuansanya: keputusan kali ini sudah sepenuhnya diperkirakan pasar, sehingga reaksi spontan krona cenderung terbatas. Menurut analisis ING, yang lebih menentukan arah krona adalah nada pernyataan Riksbank, karena selama bias pengetatan bertahan, suku bunga jangka pendek Swedia tetap terdorong naik. Dengan kata lain, pasar kini lebih memperhatikan seberapa jauh siklus kenaikan ini berjalan, bukan keputusan hari ini semata.
Yang dipantau
- Keputusan Bank of England, Kamis (5/11) pukul 19.00 WIB. Pasar memperkirakan kenaikan 25 basis poin ke 4,00 persen.
- Data tenaga kerja AS (ADP) Rabu (4/11) malam pukul 20.15 WIB dan indeks jasa ISM pukul 22.00 WIB.
- Data penggajian nonpertanian (nonfarm payrolls) AS, Jumat (6/11) pukul 20.30 WIB.
- Keputusan Riksbank berikutnya beserta Laporan Kebijakan Moneter, Rabu (16/12) pukul 15.30 WIB.