Bank of Japan (BoJ) merilis risalah pertemuan kebijakan 17-18 September pada Kamis (5/11). Mayoritas dewan menilai kenaikan suku bunga lanjutan sudah tepat, dan satu anggota menyebut percepatan mungkin diperlukan bila risiko inflasi ke atas terkonfirmasi.

Dalam risalah itu, para anggota sepakat penyesuaian tingkat pelonggaran moneter perlu dilanjutkan seiring inflasi dasar yang mendekati target 2 persen. Satu anggota menilai BoJ perlu menunjukkan tekad mencegah penyimpangan inflasi ke atas melalui respons yang gesit terhadap kondisi global. Anggota lain mengingatkan agar kebijakan tidak tergesa, tetapi tetap mencegah inflasi yang berlebihan dan berkepanjangan.

Dari sisi harga, para anggota mencatat inflasi konsumen di luar makanan segar telah bergerak ke kisaran atas 1 persen. Mereka sepakat inflasi akan naik jelas di atas 2 persen pada paruh kedua tahun fiskal 2026 dan seterusnya. Harga jasa disebut naik stabil, dan bila lajunya bertambah cepat, inflasi dasar bisa melampaui target.

Di pasar, risalah ini memperkuat ekspektasi jalur pengetatan BoJ berlanjut, dengan pelaku pasar membeli yen dan menjual obligasi. Pada Kamis (5/11) pagi waktu Asia, dolar Amerika Serikat (AS) diperdagangkan sekitar 158,39 yen, nyaris datar, menurut FXStreet. Pasar kini menanti data inflasi Jepang berikutnya dan komunikasi lanjutan BoJ untuk mengukur laju kenaikan berikutnya.

Latar singkat

Risalah ini melengkapi keputusan BoJ pada akhir Oktober lalu yang menahan suku bunga kebijakan di 1,25 persen, level tertinggi dalam 31 tahun menurut Reuters. Baca juga: BoJ Tahan Suku Bunga 1,25 Persen, Sinyal Kenaikan Lanjutan Tetap Terbuka

Kenapa ini penting untuk forex

Bagi pasar valuta asing, risalah ini menegaskan arah suku bunga Jepang tetap ke atas. USD/JPY sangat peka terhadap selisih imbal hasil obligasi AS dan Jepang: ekspektasi kenaikan suku bunga BoJ cenderung menopang yen, sementara pasar memperkirakan bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), menaikkan suku bunga pada Desember dengan peluang sekitar 82 persen menurut CME FedWatch.

Bila inflasi Jepang berikutnya mengonfirmasi risiko ke atas dan BoJ mempercepat lajunya, tekanan turun pada USD/JPY bisa bertambah. Sebaliknya, bila komunikasi BoJ melunak atau The Fed benar-benar menaikkan suku bunga Desember, dolar AS bisa kembali menguat. Karena itu setiap pernyataan pejabat BoJ kini diawasi ketat pelaku pasar.

Yang dipantau

  • Keputusan suku bunga Bank of England (BoE) pada Kamis (5/11) sekitar pukul 19.00 WIB, dengan pasar memperkirakan kenaikan ke 4 persen.
  • Data klaim pengangguran mingguan AS pada Kamis (5/11) sekitar pukul 20.30 WIB.
  • Laporan tenaga kerja AS (Nonfarm Payrolls) bulan Oktober pada Jumat (6/11) sekitar pukul 20.30 WIB, penentu utama ekspektasi suku bunga The Fed.
  • Data inflasi Jepang berikutnya serta pernyataan pejabat BoJ, penentu laju kenaikan suku bunga lanjutan.