Sentimen konsumen Amerika Serikat membaik pada awal November 2026. Indeks awal University of Michigan naik ke 51,0 dari 48,0 pada Oktober, sementara ekspektasi inflasi selama setahun ke depan turun ke 4,3 persen.
Survei pendahuluan yang dirilis Jumat (6/11) pukul 22.00 WIB itu mengalahkan perkiraan ekonom sebesar 48,0. Indeks kondisi saat ini naik ke 51,0 dari 46,7, sedangkan indeks ekspektasi naik ke 50,9 dari 48,8. Perbaikan tersebar di berbagai kelompok dan terutama dirasakan responden independen, menurut Direktur Survei Joanne Hsu.
Ekspektasi inflasi setahun ke depan turun dari 4,7 persen pada Oktober ke 4,3 persen, level terendah sejak Agustus dan di bawah perkiraan 4,6 persen. Ekspektasi jangka panjang lima tahun ikut turun tipis, dari 3,5 persen ke 3,4 persen. Meski begitu, kedua angka masih jauh di atas kisaran 2024 dan di atas 3,4 persen yang tercatat pada Februari, sebelum konflik Iran dimulai, menurut Hsu.
Survei ini masih bersifat pendahuluan dan didasarkan pada sekitar 420 responden, sehingga angkanya bisa berubah pada rilis final akhir bulan. Survei dilakukan pada 20 Oktober sampai 2 November, sebelum pemilihan paruh waktu AS. Sekitar 57 persen responden menyebut standar hidup mereka tergerus harga tinggi, porsi tertinggi sejak Mei dan naik dari 46 persen pada Februari. Sentimen secara keseluruhan masih 10 persen di bawah level Februari.
Latar singkat
Rilis ini datang beberapa jam setelah laporan kerja Oktober yang jauh lebih kuat dari perkiraan. Pemberi kerja AS menambah 165.000 pekerjaan, pengangguran turun ke 4,1 persen, dan pasar menaikkan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Desember. Pekerja AS Bertambah 165.000 pada Oktober, Jauh di Atas Ekspektasi
Kenapa ini penting untuk forex
Data Michigan memberi penyeimbang bagi pembacaan yang condong ke pengetatan setelah laporan kerja. Ekspektasi inflasi yang melandai menunjukkan tekanan harga dari sisi konsumen mulai mereda, meski levelnya masih jauh di atas target 2 persen The Fed. Pasar tetap memperkirakan peluang kenaikan suku bunga Desember sekitar 77 persen, naik dari 67 persen sehari sebelumnya, menurut CME FedWatch Tool yang dikutip FXStreet.
Emas sempat pulih dari titik terendah pasca laporan kerja dan diperdagangkan di kisaran 4.047,71 dolar AS per troy ounce setelah rilis Michigan, menurut Kitco. Dolar AS sendiri tetap kokoh setelah laporan kerja, dengan poundsterling melemah hampir 0,60 persen ke 1,3371 dolar AS pada sesi Jumat, menurut FXStreet. Bagi pasar valuta, angka Michigan menjadi pengingat bahwa jalur The Fed belum sepenuhnya tertutup: data inflasi berikutnya yang akan menentukan arah ekspektasi.
Yang dipantau
- Laporan inflasi konsumen (CPI) Oktober AS, Selasa (10/11) pukul 20.30 WIB.
- Klaim pengangguran mingguan AS, Kamis (12/11).
- Komentar pejabat The Fed pekan depan, yang bisa mengubah ekspektasi pasar soal Desember.
- Laporan kerja November AS pada 4 Desember, beberapa hari sebelum rapat The Fed.