Upah nominal Jepang naik 4,6 persen pada September 2026 dibanding setahun sebelumnya, laju tercepat sejak Januari 1997, menurut data pemerintah yang dirilis Jumat (6/11) pagi. Angka itu melampaui ekspektasi pasar 3,8 persen dan memperkuat alasan Bank of Japan (BoJ) menaikkan suku bunga lagi.

Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang mencatat rata-rata upah tunai total 311.409 yen per bulan, atau sekitar 1.972,94 dolar AS menurut kurs referensi Reuters. Kenaikan ini lebih cepat dari Agustus yang direvisi menjadi 3,9 persen.

Upah riil, yaitu upah setelah dikurangi inflasi, naik 2,2 persen, bulan kesembilan berturut-turut. Lajunya membaik dari 1,6 persen pada Agustus. Gaji pokok naik 3,7 persen, nyaris sama dengan 3,8 persen pada Agustus, sementara upah lembur naik 3,6 persen.

Pembayaran khusus, yang sebagian besar berupa bonus sekali bayar, melonjak 32,6 persen. Kementerian menyebut lonjakan itu lebih mencerminkan keanehan statistik daripada kenaikan bonus yang sebenarnya. Tingkat inflasi yang dipakai menghitung upah riil naik menjadi 2,4 persen dari 2,2 persen pada Agustus.

Data ini datang sepekan setelah inflasi inti Tokyo jauh melampaui target 2 persen BoJ pada Oktober. Menurut Reuters, banyak analis memperkirakan kenaikan suku bunga BoJ berikutnya bisa terjadi secepat bulan depan. Pelaku pasar memperkirakan peluang sekitar 78 persen untuk kenaikan 25 basis poin (0,25 poin persentase) pada rapat 17-18 Desember, menurut RateProbability per 5 November.

Latar singkat

Data upah ini melengkapi risalah rapat September BoJ yang dirilis Kamis (5/11). Dalam risalah itu, mayoritas dewan menilai kenaikan suku bunga lanjutan sudah tepat, dan satu anggota membuka peluang percepatan bila risiko inflasi naik. Baca juga: Risalah BoJ: Dewan Sepakat Suku Bunga Perlu Naik Lagi

Kenapa ini penting untuk forex

Upah adalah mata rantai antara inflasi dan kebijakan suku bunga Jepang. Kenaikan upah yang bertahan memberi rumah tangga daya beli lebih besar, menopang konsumsi, dan membuat inflasi lebih sulit turun. Bagi BoJ, itu menjadi alasan menjaga jalur pengetatan, bukan menundanya.

Pasangan USD/JPY sangat peka terhadap selisih imbal hasil obligasi AS dan Jepang. Ekspektasi kenaikan suku bunga BoJ pada Desember cenderung menopang yen, karena selisih imbal hasil menyempit. Pada Jumat pagi, dolar AS diperdagangkan di sekitar 157,84 yen, menurut kurs referensi Reuters. Namun data ini hanya satu potong teka-teki: laporan tenaga kerja AS malam ini jauh lebih menentukan arah dolar, sehingga reaksi yen bisa berubah cepat bila data AS mengejutkan.

Yang dipantau

  • Laporan tenaga kerja AS (Nonfarm Payrolls) Oktober, Jumat (6/11) sekitar 20.30 WIB. Konsensus memperkirakan tambahan 59.000 sampai 65.000 pekerjaan, dengan tingkat pengangguran 4,2 persen.
  • Pidato Gubernur BoJ Kazuo Ueda pada kuliah IMF di Washington, Jumat (6/11) sekitar 23.00 WIB.
  • Produksi industri Jerman September, Jumat (6/11) sekitar 14.00 WIB, dengan konsensus naik 0,5 persen.
  • Rapat kebijakan BoJ berikutnya pada 17-18 Desember 2026, dengan keputusan diumumkan Jumat (18/12) siang waktu Tokyo.