Indeks Nasdaq Composite jatuh hampir 5 persen pada perdagangan Kamis (5/11) dan bergerak menuju koreksi, penurunan 10 persen dari rekor penutupan 6 Oktober. Yen menguat terhadap dolar AS karena investor beralih ke aset aman.

Pada pukul 11.00 waktu bagian timur AS, atau sekitar 23.00 WIB, Nasdaq Composite turun 4,95 persen ke 24.463,34. Pada level itu, indeks berada 11,36 persen di bawah rekor penutupan 27.599,89 pada 6 Oktober. S&P 500 turun 3,20 persen ke 7.440,29. Menurut Reuters, Nasdaq dan S&P 500 bergerak menuju penurunan harian terbesar sejak April 2025.

Indeks semikonduktor Philadelphia anjlok hampir 11 persen. Qualcomm turun 13,5 persen setelah penjualan cip ponsel pintar meleset dari perkiraan analis. CoreWeave turun 11,4 persen, Nebius Group 13,4 persen, Tesla lebih dari 10 persen, Meta 5,7 persen, dan Nvidia 6,4 persen. Indeks Nasdaq-100 sudah mengonfirmasi koreksi pada Senin (2/11).

Pemicu kejatuhan ini adalah keraguan investor terhadap besarnya belanja kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Kemenangan besar Partai Demokrat pada pemilu sela AS memunculkan kekhawatiran bahwa ekspansi pusat data akan menghadapi pengawasan lebih ketat. Analis Swissquote Bank, Ipek Ozkardeskaya, menilai dorongan pemerintah AS terhadap pembangunan AI berpeluang dikurangi.

Di pasar valuta asing, dolar AS terhadap yen (USD/JPY) turun ke sekitar 157,66 Kamis malam WIB, menurut Finnhub, melemah 0,48 persen dari 158,42. Imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun turun ke bawah 4,85 persen. Indeks dolar AS menguat dan menguji level 101,50 sampai 101,65 karena permintaan aset aman meningkat.

Latar singkat

KabarFX sebelumnya melaporkan indeks dolar sempat tertekan ke bawah 101,50 setelah Partai Demokrat memenangkan Kongres. Pergerakan Kamis malam membalik sebagian tekanan itu karena investor mencari aset aman. Baca juga: Indeks Dolar Tertekan dan BoE Naikkan Suku Bunga.

Kenapa ini penting untuk forex

Ketika saham AS jatuh tajam, investor cenderung memindahkan dana ke aset yang dianggap aman. Yen Jepang dan franc Swiss biasanya menguat dalam situasi seperti ini. Penurunan imbal hasil AS mempersempit selisih suku bunga dengan Jepang. Bank of Japan menahan suku bunga di 1,25 persen, sehingga yen menjadi relatif lebih menarik.

Di sisi lain, dolar AS juga bisa menguat karena statusnya sebagai mata uang cadangan dunia. Menurut Credit Agricole, pelemahan saham teknologi yang berlanjut akan menguntungkan franc Swiss, yen, dan euro. Pergerakan Kamis malam masih bersifat intraday. Pasar saham AS baru tutup pukul 04.00 WIB pada Jumat (6/11), sehingga koreksi Nasdaq belum terkonfirmasi sampai penutupan.

Yang dipantau

  • Laporan tenaga kerja AS Oktober (nonfarm payrolls), Jumat (6/11) pukul 20.30 WIB. Konsensus memperkirakan penambahan 59.000 sampai 65.000 pekerjaan, dengan tingkat pengangguran 4,2 persen.
  • Penutupan perdagangan saham AS, Jumat (6/11) sekitar pukul 04.00 WIB, untuk memastikan apakah Nasdaq menutup perdagangan di wilayah koreksi.
  • Keputusan suku bunga Bank of England berikutnya, Kamis (17/12), sekitar pukul 19.00 WIB.